Sesiap Apakah Guru di Indonesia Dengan Pendidikan Inklusi?

Bagikan!

Bukan lagi segregasi, kini UNESCO telah mencanangkan sistem pendidikan inklusi di negara-negara maju dan berkembang. Pendidikan ini bertujuan untuk menggabungkan anak berkebutuhan khusus atau ABK dengan siswa reguler. Pertanyaannya, siapkah guru di Indonesia dengan sistem tersebut?

Tentu jawabannya beragam, ada yang siap dan masih kurang siap. Namun, sebaiknya guru harus mulai belajar karakteristik peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus. Tentunya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Guru Pendidikan Inklusi di Indonesia Bisa Memperhatikan Faktor Ini

Karena tidak mudah mendidik siswa yang berkebutuhan khusus, guru yang mendapat mandat untuk mengajar di kelas inklusi setidaknya harus mempelajari beberapa hal. Misalnya tentang apa saja ketunaan yang dimiliki siswa.

Ketunaan sendiri bisa berupa tunanetra atau keterbatasan penglihatan, tunarungu atau keterbatasan pendengaran, tunagrahita atau keterbatasan kemampuan berpikir, tunadaksa atau keterbatasan sistem alat gerak dan koordinasi, tunalaras atau keterbatasan berperilaku, dan autisme. Selain itu, ada juga tunaganda yang memiliki lebih dari satu jenis kebutuhan khusus.

Setelah memahami apa saja jenisnya, tentu lebih mudah memetakan apa yang harus dilakukan. Pertama adalah cara pengajaran, lalu modifikasi lingkungan dan adanya guru pendamping khusus. Dengan adanya guru pendamping khusus untuk ABK, maka Anda bisa semakin memaksimalkan program tahunan, program semester dan RPP serta silabus siswa.

Peran Guru Sebagai Penggerak Pendidikan Inklusi

Masih banyak stigma orang tua yang berpikir jika anak-anak mereka sekolah dengan ABK, maka bisa menular, membawa dampak buruk dan sebagainya. Tentu saja itu salah besar. Karena justru dengan berteman bersama ABK, anak yang tidak memiliki kebutuhan khusus akan bisa mengasah empati, menjadi bagian masyarakat seutuhnya dan ikut berpartisipasi dalam pendidikan untuk semua.

Baca juga:  Pentingnya Les Privat Calistung Sejak Dini untuk Anak

Buat guru-guru yang perlu cetak Map Raport bisa coba di pusatpercetakanonline.com

Ya, pendidikan inklusi memang berfokus pada pendidikan untuk semua. Tidak terkecuali pada anak berkebutuhan khusus. Tugas guru adalah untuk mempromosikan dan menggerakkan semua orang untuk turut andil dalam mensukseskannya. Karena semua anak adalah sama, memiliki hak yang sama terutama soal pendidikan agar mereka bisa menjadi bagian dari masyarakat secara utuh ketika sudah dewasa nanti.

Bagikan!