Pengertian Database Server

Bagikan!

Jika database alias basis data merupakan kumpulan data berbagai bentuk yang telah terorganisir dengan baik, maka database server adalah alat untuk mengelola database. Artinya, database server merupakan perangkat lunak atau program komputer untuk memproses layanan data kekomputeran.

Database server umumnya bekerja dengan sistem manajemen basis data (SMBD) atau model klien–server. Cara kerja sistem ini adalah menyambungkan user atau pengguna dengan database sehingga database server berinteraksi langsung dengan user dan database kemudian melakukan berbagai tugas seperti membuat data, eksporting data, update data, query database, dan lain-lain.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, sekarang ini hampir semua data dan informasi sebuah bisnis diolah dan disimpan di database sehingga database server semakin banyak bermunculan. Dari banyaknya database server yang ada, hanya ada beberapa database server yang umum digunakan.

database server

Rekomendasi Database Server

Beberapa database server yang umum digunakan adalah Microsoft SQL Server, MySQL, MariaDB, dan Oracle Database.

1. Microsoft SQL Server

sql server

Database server yang umum digunakan adalah Microsoft SQL Server yang merupakan database server yang dirilis oleh Microsoft. Database server ini awalnya digunakan untuk mengolah database berskala kecil dan menengah saja. Namun, sekarang ini Microsoft SQL Server sudah dapat digunakan untuk mengolah data berskala besar.

Sebagai database server, Microsoft SQL Server menawarkan kemampuannya dalam mengolah berbagai tipe data yang ada di banyak database. Oleh karena itu, database server yang satu ini banyak digunakan pada berbagai aplikasi dan platform website.

Selain kemampuannya dalam mengolah berbagai data, Microsoft SQL Server juga menggunakan bahasa pemrograman yang telah populer dipakai oleh Microsoft dan sybase, yaitu transact-SQL yang berstandar ISO/ANSI.

Baca juga:  Fitur Tambahan Aplikasi Facebook Lite Versi Mod

2. MySQL

mysql

Database server berikutnya yang sering digunakan adalah MySQL. Perangkat lunak yang satu ini sifatnya open source sehingga sangat terkenal di kalangan programmer. Dengan sifatnya yang open source, user pun dapat mengakses platform tanpa ada gangguan.

Di samping sifatnya yang open source, MySQL juga memiliki beberapa kelebihan lain seperti bersifat network, dapat digunakan oleh banyak user alias multi-user, serta kompatibel dengan berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, dan Mac OS.

Sebagai database server, MySQL cocok digunakan untuk pengembangan website. Pasalnya, database server yang satu ini telah didukung oleh berbagai bahasa pemrograman seperti java, javascript, C++, C, PHP, python, ruby, dan sebagainya. Karena sifat inilah MySQL digunakan sebagai basis pengolahan data perusahaan raksasa seperti Facebook, Adobe, dan Google.

3. MariaDB

mariadb

Database server ketiga yang direkomendasikan adalah MariaDB yang dikembangkan dengan sistem yang sama seperti MySQL. Karena itulah MariaDB dikembangkan untuk menjaga dan mempertahankan kompatibilitas MySQL.

4. Oracle Database

oracledatabase

Jika Anda ingin menyimpan dan juga mengolah data yang berskala besar serta kompleks, Oracle Database adalah database server yang sangat direkomendasikan. Pasalnya, database server yang satu ini dikenal dengan kapasitas memori penyimpanan yang sangat besar. Selain itu, Oracle Database juga mudah didownload sehingga banyak dipilih oleh orang untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan database mereka.

Meski saat ini fitur Oracle Database telah mengalami banyak perkembangan, database server yang satu ini sebenarnya memiliki sejarah yang panjang. Oracle Database juga menyediakan versi gratis dan berbayar di mana lisensinya ditanggung oleh klien sepenuhnya sehingga paket lengkap server dan lisensinya dapat dijual kepada konsumen secara legal.

Bagikan!