Kain Kafan, Baju Terakhir Manusia Yang Sering Ditakuti

Kafan merupakan kain yang identik dengan baju terakhir manusia setelah tidak bernyawa. Kain Kafan digunakan sebagai pembungkus tubuh manusia yang telah meninggal khususnya untuk para muslim dan yahudi.

Penggunaan kain ini sudah ada sejak lama dan sudah pula digunakan sejak agama Islam lahir lantaran memang menjadi salah satu perintah agama dalam hal penguburan jenazah.

Yang membuat unik adalah soal kain kafan yang ditakut manusia. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari identiknya kain ini untuk orang yang telah meninggal. Orang yang telah tidak bernyawa masih dianggap sebagai salah satu hal yang menyeramkan di Indonesia.

kain kafan

 

Kain kafan menjadi terbilang benda yang seram juga karena adanya visualisasi hantu khas Indonesia yaitu pocong. Padahal, kain yang satu ini memang dianjurkan dalam agama dan memang pakaian terakhir yang digunakan sebelum benar-benar menyatu dengan tanah.

Di negara lain, gambaran tentang hantu ini tidaklah ada sehingga urusan mengkafani jenazah bukanlah suatu hal yang menyeramkan. Dan bahkan, sudah menjadi kewajiban bahwa seseorang yang beragam Islam wajib paham bagaimana menkafani orang yang telah meninggal menggunakan kafan.

Kain Kafan Di Indonesia

Perlu diketahui, kain kafan merupakan kain putih polos yang digunakan untuk membungkus jenazah yang telah meninggal.

Pakaian ini digunakan sebagai pakaian terakhir sebelum masuk ke liang lahat. Warna putih cenderung dipilih memang karena menggambarkan kesucian. Dan di Indonesia, kain yang digunakan untuk kafan adalah jenis kain mori.

Namun, istilah kain mori tidaklah identik dengan kain yang digunakan untuk membungkus jenazah sehingga tidak diikuti dengan kesan yang seram. Walaupun jenis kain mori merupakan jenis kafan yang paling lazim di negeri ini.

Untuk penggunaanya, kain mori memiliki beberapa aturan yang mengikat untuk sebuah jenazah sebelum dikuburkan di San diego hills misalnya

Pada intinya, kain ini haruslah menutupi seluruh aurat tubuh manusia yang sesuai dengan aturan agama. Yang sering menjadi permasalahan adalah soal ketidaktahuan banyak orang bagaimana menkafani yang benar.

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya masyarakat Indonesia yang enggan belajar mengkafani secara benar akibat takut terbayang dengan kesan mistis terutama soal visualisasi hantu yang ada di Indonesia.

Sehingga, seringkali urusan mengkafani orang yang telah meninggal diserahkan pada tokoh agama setempat atau orang yang dianggap ahli dalam hal agama.

Aturan Kain Kafan yang akan digunakan

Selain soal bagaimana cara memakaikannya, terdapat pula beberapa aturan yang diketahui.

  1. kain yang digunakan haruslah bersih atau suci.
  2. jumlah kain yang digunakan adalah minimal 3 lembar kain.
  3. pembelian kain ini menggunakan harta dari orang yang meninggal atau dari keluarganya.

Selain itu, terdapat pula beberapa serba-serbi lainnya terkait kain kafan.

Yang pertama adalah soal pencurian kafan yang telah digunakan untuk membungkus jenazah. Pencurian kain ini sering kali identik dengan ilmu hitam dan pesugihan yang tentunya tidak terjelaskan secara ilmiah.

Beberapa kasus terungkap adanya praktik pencurian kain kafan yang memang sangat meresahkan warga. Entah apa tujuannya dan bagaimana pemanfaatannya, namun yang pasti kafan yang telah dicuri identik dengan praktik ilmu hitam yang menyesatkan.

Kasus seperti ini memang sempat menghebohkan warga namun setelah pelakunya terungkap maka pencurian kafan tidak lagi terjadi.

Ada pula berita tentang kafan yang sempat menjadi inspirasi atau teladan bagi banyak orang yaitu adanya orang yang menikah dengan permintaan mas kawin berupa kain untuk menkafani dirinya. Sontak hal ini menjadi viral dan menjadi inspirasi banyak orang agar lebih ingat dengan kematian.