Cara Budidaya Ikan Mas Koki agar Cepat Besar dan Sehat

Bagikan!

Cara budidaya ikan mas koki merupakan salah satu hal yang harus Anda pelajari jika ingin menyalurkan hobi serta meraup keuntungan besar. Walaupun pembudidayaan ini bisa dikatakan cukup mudah, namun tetap diperlukan treatment khusus serta dilakukan pengontrolan dan lainnya.

Cara Budidaya Ikan Mas Koki agar Menguntungkan

Budidaya ikan hias sudah pasti membutuhkan penanganan khusus jika dibandingkan dengan pembudidayaan jenis ikan konsumsi seperti lele, nila dan lain-lain. Pada pembudidayaan ikan mas koki diperlukan perhatian lebih dengan memprioritaskan kualitasnya daripada kuantitas. Berikut caranya.

1. Persiapan Akuarium

Langkah pertama untuk memulai budidaya ikan mas koki adalah menyiapkan akuarium dengan lebar 40 cm, tinggi 40 cm dan panjang 80 cm. Pasalnya, ukuran tersebut bisa dikatakan yang paling sering digunakan oleh para pembudidaya karena sangat ideal dan mudah dalam perawatannya.

Selain menggunakan akuarium, Anda juga dapat menggunakan sebuah kolam jika lahannya tersedia. Namun, penggunaan media ini harus memperhatikan banyak hal demi berlangsungnya budidaya ikan mas koki. Mulai dari risiko terkena banjir, pencemaran lingkungan, hewan liar dan sebagainya.

Cara budidaya ikan mas koki

2. Memilih Indukan Ikan Mas Koki

Setelah akuarium ataupun kolam sudah disiapkan, langkah selanjutnya adalah memilih indukan untuk memulai pembudidayaan. Dalam proses ini, pastikan Anda benar-benar teliti dan memahami tentang ciri-ciri induk berkualitas agar nantinya dapat menghasil benih yang ideal.

Untuk menentukan berkualitas atau tidaknya induk, Anda bisa melihatnya dari kelincahan serta agresif gerakannya. Selain itu, pastikan tak ada luka ataupun cacat pada bagian tubuhnya. Kondisi ikan sehat dan tidak sedang terserang penyakit jenis apapun hingga memiliki warna cerah.

3. Proses Pemijahan Ikan

Cara budidaya ikan mas koki berikutnya adalah melakukan pemijahan untuk menghasilkan benih. Tambahkan tanaman eceng gondok ke dalam akuarium agar membuat ikan menjadi lebih nyaman saat perkawinan dimulai. Selain itu, fungsi tumbuhan tersebut guna menempelnya telur hasil pemijahan.

Baca juga:  Review Minino Makanan Kucing, Apa Saja Keunggulanya ?

Selain eceng gondok, Anda juga dapat menambahkan tanaman air lainnya agar suhu akuarium tetap stabil dan memberikan kenyaman pada ikan. Tambahkan kakaban atau ruang khusus untuk meletakkan telur. Biasanya 1 ekor jantan dapat membuahi 2 betina dalam satu waktu.

4. Perawatan Benih Ikan

Setelah proses pemijahan telah dilakukan dan menghasilkan telur-telur, maka langkah berikutnya adalah merawatnya sebaik mungkin agar bisa tumbuh dengan baik. Untuk bisa menetas menjadi larva biasanya memakan waktu sekitar 2 sampai 4 hari atau bahkan bisa lebih.

Karena betina menghasilkan banyak telur, maka tidak menutup kemungkinan ada beberapa yang tidak berhasil menetas. Untuk yang gagal, sebaiknya dilakukan pengangkatan dari dalam akuarium. Pasalnya, hal tersebut akan mencemarkan kolam dan kualitas menjadi buruk karena pembusukan telur.

5. Proses Panen Ikan

Tahap panen ikan mas koki biasanya bisa dilakukan apabila sudah berumur sekitar 3 bulan terhitung sejak pemijahan sepaket yaitu jantan dan betina. Untuk tahap berikutnya dapat dimulai jika usianya telah menginjak 5 bulan. Dititik tersebutlah pemanenan skala besar bisa dirasakan oleh peternak.

Namun secara umum, para pembudidaya sebelum melakukan proses panen mengecek terlebih dahulu harga jualnya di pasaran. Apabila nilainya sedang dalam kondisi menurun, maka pemanenan ditunda sampai harga jualnya stabil. Tapi, jika nilainya cukup tinggi, proses panen dilakukan secepat mungkin.

Itulah tadi pembahasan mengenai beberapa panduan serta cara budidaya ikan mas koki. Pada dasarnya pembudidayaan ikan hias memiliki treatment khusus. Mulai dari pemberian vitamin untuk kesehatan hingga menjaga warna yang menjadi daya tariknya. 

Bagikan!