Batok Kelapa Bonsai yang Bisa Jadi Referensi Hiasan Tamanmu

Bagikan!

Batok kelapa bonsai sering menjadi dambaan dan keinginan banyak orang. Cukup banyak tanaman yang dapat kita tanam dengan Teknik bonsai ini, salah satunya yaitu kelapa. Bonsai kelapa ini tentunya dapat kita buat dengan cara yang simple.

Teknik bonsai kelapa banyak diminati dan tidak heran jika banyak kolektor tanaman bonsai di Indonesia. Tanaman bonsai sendiri biasanya hadir dengan harga yang cukup mahal, tak terkecuali bonsai kelapa ini.

Jika Anda berminat ingin membuat batok kelapa bonsai, Anda dapat memeriksa langkah-langkah di bawah ini. Namun, pertimbangkan dulu jenis kelapa yang bisa dijadikan bonsai.

Jenis Bonsai Kelapa

Tidak semua jenis buah kelapa bisa dijadikan bonsai. Ada tiga jenis kelapa yang paling tidak dapat kita terapkan pada teknik bonsai ini, yakni kelapa gading santan, kelapa albino, dan kelapa gading merah.

Seluruh jenis kelapa di atas dapat dibonsai memakai teknik dan langkah yang serupa. Ketiga buah kelapa ini memiliki khasiat yang berbeda. Anda dapat memilih jenis sesuai dengan hasil yang Anda inginkan.

Varian santan gading ini berwarna putih dan juga cocok untuk membuat pohon aren di rumah. Sedikit tak serupa jika dibandingkan dengan jenis kelapa gading yang kita ketahui memiliki warna kuning dan merah. Ini berbeda dengan kelapa albino yang bahkan lebih putih dari santan gading. Selain itu, santan gading juga banyak digunakan sebagai rumah pengganti pohon aren.

Kelapa gading merah sesuai dengan namanya memiliki warna merah kekuningan. Namun, perawatannya cukup merepotkan karena Anda perlu menjaga warna merah. Selain itu kelapa jenis ini juga membutuhkan banyak pupuk.

Jenis kelapa yang terakhir ialah kelapa albino. Jika melihat namanya, sudah bisa terbayang warna kelapa ini. Iya! Warna kelapa albino biasanya berwarna putih, tidak pucat, dan jauh lebih putih dari santan gading.

Tips Membuat Batok Kelapa Bonsai

1. Memilih Bibit Kelapa

Pertama tama yaitu memilih bibit kelapa. Anda dapat memakai kelapa gading santan, kelapa albino, ataupun kelapa gading merah. Setiap jenis menghasilkan bonsai dengan ciri yang berbeda-beda. Mungkin sebaiknya Anda sedikit memperhatikan perawatan setelahnya.

Pada saat anda membikin bonsai dengan menggunakan jenis kelapa gading merah, Anda juga tentu menghasilkan tanaman yang unik, namun sangat indah. Warna merah terbawa ke batang, tetapi sekali lagi ini perlu dipertahankan seiring waktu. Anda perlu menggunakan lebih banyak pupuk.

Berbeda dengan santan, gading yang memiliki daun lebih lebar. Bonsai batok ini menyerupai pohon palem dan akan memilih tinggal di daerah jarang terkena panas matahari

Dengan bonsai kelapa berjenis albino fisik tanamannya akan mungil jika dibandingkan dengan jenis kelapa bonsai yang lain. Daunnya berwarna hijau cerah dan cerah. Jenis ini dilaporkan lebih banyak orang cari. Asalkan Anda bisa menjaga cat putih silver pucat dalam kondisi baik.

2. Menentukan Bibit Kelapa yang Terbaik

Batok kelapa bonsai yang indah dan unik tentunya juga dapat kita raih dari bibit kelapa yang terbaik. Sebaiknya pilih beberapa bibit bonsai tua. Benih ini menumbuhkan tunas baru yang indah lebih cepat.

Lebih baik lagi, Anda bisa memetiknya langsung dari pohon dan tidak menunggu sampai jatuh sendiri. Seperti kita ketahui pohon kelapa sangat tinggi dan jika bibit jatuh dan jatuh ke tanah dapat menyebabkan kecacatan.

Pilih bibit menurut Anda berukuran paling pas, jangan terlalu kecil tetapi juga jangan memilih yang terlalu besar. Periksa juga akarnya dan cari benih dengan akar yang besar dan kuat. Pilih bibit dengan ukuran mangkok kecil untuk membantu mempermudah batang bonsai nantinya.

3. Tentukan Posisi Mangkuk

Tanaman bonsai kelapa tumbuh dari cangkangnya. Karenanya, Anda perlu menentukan lokasi cangkang yang cocok untuk Anda. Menyesuaikan posisi mangkuk juga akan memberi Anda gambaran seperti apa bonsai kelapa nantinya.

Pertama, taruh benih bonsai kelapa yang tidak memiliki tunas di atas tanah. Pastikan tanah yang Anda gunakan mengandung banyak air. Biarkan kecambah di sana selama satu atau dua pekan ke depan.

Selepas itu, mari letakkan batok kelapa seirama dengan kebutuhan kita. Jika batok yang mengarah ke atas membuat bonsai ini berkembang ke atas, sedangkan jika diletakkan mengarah ke samping nantinya membentuk bonsai kelapa ini seperti tempurung siput.

4. Bersihkan Batok Kelapa Pada Batoknya

Setelah kecambah kelapa muncul, Anda perlu membersihkan batok kelapa. Anda bisa mengupas atau mengiris batok kelapa hingga halus. Cara pemotongannya juga perlu diperhatikan. Buat potongan memanjang mengelilingi batok kelapa.

Sebaiknya Anda berhati-hati saat memotong batok kelapa. Jangan sampai terkena pucuk atau akar yang sedang tumbuh.

5. Buang Bulu Halus dari Batok Kelapa

Langkah selanjutnya adalah membersihkan bulu-bulu halus di sekujur tempurung kelapa. Anda dapat memakai pisau untuk melakukannya. Kita harus memastikan batok kelapa sudah terkelupas dari bulu-bulu yang nantinya hanya mengganggu.

Supaya lebih cantik dan cantik bisa dihaluskan dengan amplas. Tapi hati-hati kok, ya!

6. Memilih Media Untuk Kelapa

Anda dapat menggunakan pot yang memiliki ukuran serupa dengan batok kelapa. Lalu berikan pot tersebut air, campuran tanah serta pupuk kandang lalu pastikan memiliki perbandingan 2: 1: 1 . Anda bisa menggunakan air mineral botolan bekas untuk menutupi tauge agar tumbuh lebih cepat. Potong botol sekitar 5 cm dari atas.

Kemudian masukkan batok kelapa ke dalam panci yang sudah diisi campuran tanah, air dan pupuk. Lakukan perlahan dan dalam posisi agak miring. Pastikan Anda tidak merusak atau memotong akar saat meletakkannya di atas media tanam. BAIK!

7. Pembentukan Tanaman Bonsai Kelapa

Setelah pucuk bonsai tumbuh, Anda perlu membentuk bonsai kelapa menjadi tanaman yang indah. Potong pucuk bagian bawah setelah benih tumbuh sekitar 15-20 cm. Hati-hati saat memangkas agar tidak terkena tunas muda.

Anda bisa melakukan pemotongan ini setidaknya tiga kali sehari. Lebih banyak pemotongan membuat hasil lebih optimal. Lalu pastikan mengikat bonsai kelapa menggunakan tali atau kawat jika ingin menghasilkan bentuk fisik yang kita inginkan.

Anda juga dapat menghilangkan cabang bonsai yang tidak diinginkan. Gulung cabang untuk memberi bentuk yang unik.

Cara Merawat Batok Kelapa Bonsai


Setelah mengetahui cara membuat batok kelapa bonsai, apakah Anda tertarik untuk membuatnya?. Selamat mencoba untuk anda yang berminat ya. Tapi jika tidak, tenang saja. Banyak orang yang menjual bonsai kelapa yang sudah jadi. Tinggal pilih saja bentuk yang Anda inginkan untuk mempercantik area rumah.

Namun jika Anda sudah memiliki tanaman bonsai, baik buatan sendiri maupun yang dibeli, jangan lupa untuk merawatnya agar tetap terlihat bagus.

Cara merawat bonsai kelapa relatif sederhana, lho. Yang terpenting adalah menyirami tanaman bonsai Anda secara rutin sehari sekali. Namun perlu juga diingat bahwa Anda mungkin perlu menyiramnya lebih sering selama musim kemarau agar tanaman tidak mengering.

Jangan lupa tambahkan pupuk selain penyiraman ya. Pemupukan ini bisa anda lakukan setiap 15 hari sekali. Bisa juga memakai insektisida atau herbisida untuk membantu tanaman tersebut terhindar dari penyakit dan hama. Sesudah panen, Anda dapat memakai mesin pengupas batok kelapa.

Saat ditanya apakah bonsai kelapa berbuah, jawabannya tidak, Ruppers. Tergantung pada perawatannya, tanaman hanya tumbuh hingga 25-100 cm. Umurnya bisa mencapai belasan tahun. Namun untuk bisa berumur panjang, Anda harus ingat bahwa tanaman juga merupakan makhluk hidup yang perlu dirawat.

Demikian mengenai batok kelapa bonsai. Dengan perawatan yang intensif maka batok kelapa bonsai akan mempercantik area rumah Anda. Semoga bermanfaat.

Bagikan!